9 Agustus 2018, Kegiatan sewasembada gula dilaksanakan di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pabrik Gula Kedawoeng dan Balai Latihan Kerja Pasuruan.  Kegiatan ini diikuti oleh seluruh delegasi Mahasiswa Fakultas Agroteknologi / Agroekoteknologi, Formatani wilayah dua dan tiga dan delegasi dari Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.  Kegiatan ini diadakan oleh Formatani Wilayah III dengan tuan rumah Universitas Merdeka Pasuruan

Mahasiswa Fakultas Pertanian URINDO juga mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa pertanian  yang mewakili URINDO ialah Ali Al Fandi. Dengan total 20 Universitas. Bentuk kegiatan “SWASEMBADA GULA” adalah sebagai berikut : 1. Seminar Nasional, Pengabdian Kepada Masyarakat, Forum Grup Diskusi dan Field Trip.

Acara tersebut diadakan untuk mencari solusi dan menemukan titik terang dari polemik yang melanda bidang pertanian saat ini khusunya di sektor gula, seperti Pemerintah Indonesia yang mengimpor gula rafinasi, namun tidak memberikan dampak baik terhadap perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat terutama para petani tebu di Indonesia. Disini kami menyimak dan memperhatikan informasi dari para peneliti tanaman tebu, pihak Pabrik Gula Kedawoeng, dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia dalam Seminar Nasional. Kami juga melihat langsung di lapangan di area lahan pertanian tanaman tebu dan pabrik gula. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami melakukan diskusi antar mahasiswa dalam forum diskusi yang membahas bagaimana cara agar kita mampu “Swasembada Gula”. Hasil dari diskusi tersebut nantinya akan disampikan oleh Formatani kepada petani tebu, asosiasi petani tebu, dan pihak pabrik gula.

Mahasiswa Pertanian Ikut kegiatan Sewasembada Gula