Populasi Hong Kong berubah begitu cepat. Saat ini rata-rata penduduk dewasanya berumur 65 tahun atau di atasnya. Atau bisa simpulkan sekita 17% dari populasi masyarakat hong Kong adalah orang tua. Sehingga, diperkiran sekitar 20 tahun kemudian, setiap tiga orang Hong Kong akan menjadi lansia, dan harapan hidup masyarakat yang tinggi, membuat mereka panjang umur.

Hal tersebut mengacu pada kondisi orang berusia 75 tahun ke atas adalah kelompok demografis dengan pertumbuhan tercepat. Sehingga 3 dari 5 orang yang berusia 65 tahun, kemungkinan ke depannya akan hidup sampai umur 85 tahun dan dua di antaranya setidaknya berusia 90 tahun.Dan permasalah tersebut bukan hanya melanda Hong Kong saja.

Saat ini, hampir negara dan wilayah sadar akan penuaan populasi yang tak terelakkan. Hal inilah yang menjadi tantangan beersama secara global. Sehingga hal tersebutlah yang melatar belakangi terciptanya sebuah konfrensi yang fokus membahas perihal kelansiaan tersebut, konfresni tersebut di kenal dengan nama The Active Aging Conference in Asia Pacific atau disingkat dengan nama ACAP. Konfrensi tersebut dimulai di kota Fukuoka, 2005. Dan pada tahun ini, ACAP 2018 dilaksanakan di Hong Kong, yeng bekerjasama dengan Golden Age Foundation dan Institute of Active Aging dari Universitas Politeknik Hong Kong . Konferensi tersebut diselenggarakan bersamaan dengan Golden Age Expo dan Summit dari tanggal 26 sampai 28 Januari, 2018 di Pusat Konvensi dan Pameran Hong Kong.

Sebanyak 24 Narasumber dari berbagai negara dihadirkan. Baik pembicara dari Hong Kong sendiri Maupun dari luar Hong Kong. Dan merupakan suatu kebanggan tersendiri bagai Universitas Respati Indonesia, sebab Prof. Dr. drg. Tri Budi Wahyuni Raharjo, MS selaku Rektor URINDO, menjadi saalah satu narasumber dari Indonesia, yang fokus membahas perihal “Cross City Engagement – Regional” pada Stage Summit, dan juga di Smart Aging Innovation Lab I beliau menyampaikan sebuah materi berjudul “Aging in Place”. Topik utama dari materi-materi tersebut ialah “Age Friendly Community Care”.

Selain Rektor Universitas Respati Indonesia beberapa staff dari Universitas Respati Indonesia juga ikut serta. Beberapa perwakilan dari Universitas Indonesia dan Universitas Udayana  juga tergabung dalam rombongan perwakilan indonesia dalam kegiatan ACAP. Konfrensi dengan tema “We Engage, We Create, We Share” ini, juga dihadiri oleh perwaklian dari berbagai negara seperti Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea.(/gh)

Rektor URINDO dalam Aging Conference in Asia Pacific