1st Internasional Respati Health Conference: officially opened by the Ministry of Health, Prof. Nila Moloek, attended by all team of ACAP as speaker, and all university under the Respati Foundation, Yogyakarta, 22-23 July, 2019

lmu kesehatan berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan dan perkembangan teknologi. Saat ini, kita memasuki era revolusi industri 4.0. Kesehatan adalah faktor yang sangat penting bagi kehidupan, sehingga perlu pengembangan ilmiah yang berkelanjutan melalui studi ilmiah dan simposium ilmiah. Salah satu masalah kesehatan yang terkait erat di Indonesia adalah transisi demografis di mana jumlah lansia akan meningkat jumlahnya. Jadi perlu dipersiapkan untuk menjaga kesehatan bagi lansia agar mereka dapat selalu hidup sehat dan aktif. Tujuan Utama: Bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam Masalah Kesehatan dan Penuaan.

Menanggapi hal tersebut Yayasan Pendidikan Respati megadakan International Respati Health Conference (IRHC). Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM. Menteri Kesehatan mengatakan bahwa pada tahun 2035 akan ada peningkatan lansia di Indonesia hingga 48 juta.

Harapannya ialah dalam konferensi internasional ini akan muncul dan menghasilkan inovasi pada ilmu pengetahuan khususnya di bidang kesehatan, diucapkan oleh Ketua Yayasan Respati Bpk. Tony Sugiars.

Yayasan Pendidikan Respati Gelar International Respati Health Conference