Sakura Science Program merupakan sebuah skema kegiatan Japan Science and Technology Agency (JST). Yang dilaksanakan pemerintah Jepang lewat lembaga Urban Reseacrh Center (URC) Jepang. Di tahun ini, Program yang terselenggara atas kerja sama CAS UI serta Universitas Respati Indonesia dengan URC Japan ini, merupakan tahun ketiga dalam pelaksanaannya.

Dirga Herlambang, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan M. Arinal Haqil Ghifari, mahasiswa dari Fakultas Teknologi Informasi merupakan mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program ini. Selama 7 hari yaitu dari tanggal 05-11 November 2017, mereka melaksanakan berbagai kegiatan di kota Fukuoka Jepang. Yang berfokus membahas terkait Gerontologi dan Perkembangan teknologi di negara Sakura tersebut.

Menurut penuturan kedua mahasiswa tersebut, banyak hal yang mereka dapatkan dari kegiatan yang mereka ikuti tersebut. Mulai dari keilmuan, hingga pengalaman.”Saya di beri kuliah Oleh Prof. Takeo Ogawa, beliau merupakan Master gerontologi Asia. Banyak ilmu yang saya dapatkan dari beliau”, ujar Dirga. Dia juga mengatakan bahwa,” setelah mengikuti kegiatan ini, kita selaku generasi muda harus lebih peduli terhadap masa depan para Lansia, apalagi Indonesia pada 2020 akan menghadapi bonus Demografi. Sebab, masalah kelansiaan ini akan menjadi masalah yang pelik di masa depan, jika tidak di persiapkan hari ini”, tegasnya saat di kami wawancarai.

Selain belajar perihal Gerontologi, para mahasiswa tersebut juga menerima materi tentang Gizi di Universitas Nakamura Gakuen, belajar tentang Inclusive design dan tentang Robotik di Universitas Kyusu. Ungkap Arinal bahwa jepang sudah sangat jauh dalam memperhatikan masa depan para lansianya,”Kota Fukuoka ini, saya katakan sebagai kota masa depan para lansia, sebab kesadaran seluruh masyarakat hingga dukungan dari pemerintahnya pun sudah sedemikan mendukung. Semisal saja, bagaimana dibeberapaa tempat, Universal Design pada setiap fasilitas diterapkan. sehingga kalangan manapun bisa menggunakan fasilitas tersebut, bahkan para penyandang Disabilitas sekalipun” tegasnya.

Banyak pengalaman yang mereka kisahkan, hingga mereka menyatakan bahwa ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan semoga bisa cepat atau lambat dapat diterapkan di Indonesia atau setidaknya pengalaman dan ilmu tersebut dapat mereka bagikan kepada yang lain. Bahkan Arinal dengan yakin mengatakan,”Dari perjalanan kemarin, akhirnya saya mendapatkan Inspirasi untuk pembuatan aplikasi skripsi saya, yang Insya Allah akan bermanfaat untuk para lansia bahkan penyandang disabilitas”.

Mahasiswa URINDO jadi bagian dari Sakura Science Program di Jepang.