STUDY TOUR MAHASISWA URINDO KE JEPANG

Merupakan kesempatan yang  sangat berkesan dan tidak bisa dilupakan oleh Galih Luckman, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Respati indonesia ini mendapat kesempatan untuk berkunjung  kenegara Jepang dalam rangka mengikuti kegiatan Japan Science and Technology Agency (JST) melalui skema Sakura Science Program 2016.

Sakura Exchange Program in Science (Sakura Science Program), sebuah program yang melingkupi pertukaran pelajar di kawasan Asia di bidang sains dengan konsep Japan-Asia Youth Exchange Program in Science. Latar belakang terbentuknya program ini. adalah untuk mendukung kemajuan ilmu dan teknologi di kawasan Asia, demi terbentuknya masa depan yang cerah. Tujuan program ini adalah bersasar kepada minat dan ketertarikan pemuda-pemudi Asia terhadap ilmu dan teknologi, agar timbul tekad dari dalam diri mereka untuk lebih menggali kemampuan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi agar menjadi terdepan.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan ini diikiuti oleh  11 Peserta dari 7 universitas, salah satunya ialah Universitas Indonesia. Kegiatan yang dilaksankan mulai tanggal tanggal 13-20 November 2016 ini bertempatkan di Kota Fukuoka Jepang.

Saat ditanya disebuah kesempatan, Galih bercerita terkait serangkaian acara yang dilaksakan pada kegaiatan Sakura Science Program tersebut, diatanranya ialah pemberian materi-materi penting oleh para pakar dari instansi setempat. Setelah pemberian materi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan study tour keberbagai tempat di kota Fukuoka Jepang. Studi tour ini diawali dari mengunjungi Kantor Wali Kota Fuouka dan  dilanjut dengan mengunjungi pusat lansia. Dimana dipusat lansia inilah para peserta dijelaskan terkait berbagai hal terkait kondisi lansia di kota Jepang dan berbagai fokus tentang plain  life future lansia di jepang.

Selain mengunjungi dua tempat diatas. Para peserta juga diajak mengunjungi beberapa universitas, diantaranya ialah Nakamura Gakuen University  & Kyusu University. Dijelaskan oleh galih, fokus pembahasan saat berada di Nakamura Gakuen University ialah terkait  gizi seimbang, dimana pada kesmpatan tersebut para peserta diajari bagaimana mengukur tingkat keseimbangan gizi sesuai dengan aktifitas yang kita lakukan. Kemudian, saat berada di Kyusu University, galih dengan peserta yang lain di ajak ke fakultas teknologi di universitas tersebut dan mendpatkan materi terkait Human Care, yaitu materi yang mebahas tentang bagaiamana terknologi berperan untuk untuk membantu lansia beraktifitas.

Banyak kesan yang disampaikan oleh Mahasiswa Kesehatan Masyarakat ini, salah satunya ialah terkait bagaiman jepang telah berfikir maju, dimana jepang telah memprediksi terkait kondisi masa depan lansia di negaranya. Sehinga dia berharap hal ini dapat menjadi sesuatu hal yang bisa dijadikan pandangan kedepan untuk indonesia tentang bagaimana indonesia menghadapi bonus demografi. Dan dia juga secara khusus berpesan untuk rekan-rekannya di program studi Kesehatan Masyarakat, bahwa “bagaimana seharusnya lansia juga menjadi sesuatu hal yang tidak boleh di lupakan. Sehingga kelak dapat menjawab pertanyaan terkait kondisi indonesia dimasa depan. Setelah indonesia dibanjiri usia produktif, lalu bagaimana nasib ketika ia menghadapi Lansia dan bagaiamana kelak ketika sudah berada pada kondisi Lansia ? Apakah masih mampu produktif ?. Oleh karena itu, hal inilah yang tidak boleh kita lupakan”, ungkap galih

Study Tour Mahasiswa URINDO ke Jepang